Advertisement

Air PDAM Mati, Warga Limapuluh Niat Mandi Di Kantor Bupati Batubara

sumutbisa.online, Batubara – Air PDAM Tirta Tanjung yang mati sekitar empat hari membuat warga Kelurahan Limapuluh, Kab. Batubara niat mandi di Kantor Bupati Batubara.

“Jangan sepelekan kami orang Limapuluh, bukan hanya mandi tapi buang air besar pun kami mungkin numpang di Kantor Bupati karena cuma di situ yang ada air untuk membersihkannya,” ujar M Simatupang yang mengeluhkan tidak adanya kebutuhan dasar manusia yaitu air yang sebelumnya dipasok PDAM Tirta Tanjung unit Limapuluh, Sabtu (25/4).

Menurut informasi yang diterima menyebutkan, pemutusan arus listrik oleh PLN ULP Limapuluh mengakibatkan terputusnya aliran air PDAM di Kel. Lima Puluh Kota, Kec. Limapuluh, Kab. Batubara.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Tanjung Unit Limapuluh, Muslim Amas, kepada wartawan membenarkan terhentinya distribusi air minum ke pelanggan akibat pemutusan aliran listrik oleh pihak PLN.

“PLN memutus aliran listrik karena kami belum membayar tagihan listrik. Meski telah diusulkan agar pemutusan ditunda, namun pihak PLN Lima Puluh menolaknya,” ujar Muslim, Sabtu (25/4).

Ia menjelaskan penyebab tertunggaknya pembayaran rekening listrik akibat kondisi keuangan yang semakin menipis. Selama ini, PDAM rutin membayar tagihan listrik sekitar Rp11 juta setiap bulan.

“Pembayaran tagihan listrik bulan Mei menunggak sehingga berujung pada pemutusan aliran listrik. Kami memohon maaf kepada pelanggan,” ujarnya.

Tidak itu saja menurutny, sudah hampir dua bulan PDAM tidak membayarkan gaji pegawai serta iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. (Id.43/waspada.id)