sumutbisa.online, Medan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan jumlah korban akibat rangkaian bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan banjir bandang di berbagai wilayah Sumut terus bertambah.
Hingga Senin (22/12) pukul 17.00 WIB, tercatat 369 orang meninggal dunia, 72 orang masih hilang, dan 242 orang mengalami luka-luka.
Wilayah Terdampak Bencana berdampak luas di 12 kabupaten/kota, meliputi:
Kabupaten Tapanuli Tengah
•Kabupaten Tapanuli Utara
•Kabupaten Tapanuli Selatan
•Kota Sibolga
•Kabupaten Humbang Hasundutan
•Kabupaten Pakpak Bharat
•Kota Medan
•Kabupaten Langkat
•Kabupaten Deli Serdang
•Kabupaten Serdang Bedagai
•Kabupaten Batubara
•Kabupaten Nias Selatan
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, akses ke sejumlah wilayah masih terputus. BPBD mencatat 4 kecamatan dengan total 7 desa masih terisolir, yakni:
Kecamatan Tukka: 2 desa
•Kecamatan Sibabangun: 1 desa
•Kecamatan Sitahuis: 3 desa
•Kecamatan Lumut: 1 desa
Sementara di Kabupaten Tapanuli Utara, 2 kecamatan dan 7 desa masih terisolir:
•Kecamatan Pamonangan:
Desa Manalu Purba (410 KK), Batuarimo (125 KK), Purba Dolok (155 KK), Hutajulu Parbalik (65 KK), Hutatua (128 KK), dan Pertengahan (178 KK).
•Kecamatan Sipaholon:
Desa Rura Julu Toruan (20 jiwa).
Upaya pembukaan akses jalan terus dilakukan menggunakan alat berat. Namun, medan berat dan cuaca yang belum stabil masih menjadi kendala utama.
Wilayah dengan dampak terparah adalah Tapanuli Tengah. Berikut rincian korban:
•Tapanuli Tengah: 132 meninggal, 38 hilang, 11 luka-luka
•Tapanuli Selatan: 88 meninggal, 30 hilang, 160 luka-luka
•Tapanuli Utara: 36 meninggal, 2 hilang, 3 luka-luka
•Humbang Hasundutan: 10 meninggal
•Kota Medan: 12 meninggal akibat banjir
•Kota Sibolga: 54 meninggal, 1 hilang, 68 luka-luka
•Langkat: 14 meninggal
•Deli Serdang: 17 meninggal
•Nias Selatan: 1 meninggal
Total 478.846 kepala keluarga atau sekitar 1.802.762 jiwa terdampak bencana. Saat ini, 13.405 jiwa masih mengungsi di lokasi yang disiapkan pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
Kerusakan terparah terjadi di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, meliputi permukiman, infrastruktur, serta sektor pertanian.
Kabupaten Tapanuli Utara
•Total 772 unit rumah rusak:
46 rusak total, 129 rusak berat, 111 rusak sedang, 486 rusak ringan.
•Kerusakan fasilitas: 11 sekolah dan 18 jembatan.
•Pertanian terdampak seluas 1.367 hektare.
•Infrastruktur jalan rusak di 58 titik sepanjang 82,9 km, mengakibatkan 2 kecamatan (7 desa) aksesnya terbatas.
Kabupaten Tapanuli Tengah
•Rumah terdampak: 379 unit hilang, 2.283 rusak berat, 2.078 rusak sedang, 5.058 rusak ringan.
•Kerusakan fasilitas: 34 rumah ibadah dan 21 sekolah.
•Jalan rusak di 78 titik.
•Pertanian terdampak: 3.550 ha sawah, 357 ha kebun, 205 ha jagung, 77 ha hortikultura.
•Kerusakan tambahan: 55 unit irigasi, 2 titik tanggul, dan 4 jembatan.
Kabupaten Tapanuli Selatan
•Rumah terdampak: 1.311 rusak ringan, 803 rusak sedang, 752 rusak berat, 379 unit hilang.
•Fasilitas umum rusak: 34 rumah ibadah, 19 kantor, 10 bak air, dan 6 fasilitas kesehatan.
•Infrastruktur jalan rusak di 78 titik, mengganggu mobilitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, melalui Pusdalops menyampaikan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga, serta penyaluran bantuan logistik ke wilayah terisolir.
Mobilisasi alat berat dan helikopter bantuan juga dimaksimalkan untuk mempercepat penanganan darurat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih tinggi di sejumlah wilayah. (wol/man/d2)








Leave a Reply