Advertisement

Gubernur Sumut Ubah Lahan Sawit Jadi Hunian Tetap Korban Bencana di Tapsel

sumutbisa.online, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mempercepat penanganan pascabencana di sejumlah daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengalihfungsikan lahan perkebunan sawit milik warga menjadi hunian tetap (huntap) bagi korban bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Berdasarkan Informasi dihimpun Sumut Pos, Selasa (30/12/2025), lahan yang akan digunakan saat ini berupa kebun sawit dan kebun salak milik warga. Pemprov Sumut berencana membeli lahan tersebut untuk membangun hunian tetap bagi 188 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Sangkunur.

Rencana relokasi ini pertama kali disampaikan Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, saat mendampingi kunjungan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution ke wilayah tersebut pada Sabtu (27/12/2025).

Gus Irawan menjelaskan, total luas lahan relokasi mencapai sekitar 3,7 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 2 hektare merupakan lahan milik pribadi warga yang saat ini ditanami kebun salak, sehingga akan dibebaskan dengan mekanisme ganti rugi oleh Pemprov Sumut.

“Total lahannya 3,7 hektare. Memang ada sekitar 2 hektare yang merupakan tanah masyarakat, kebun salak. Tadi Pak Gubernur menyampaikan agar pembebasan lahan masyarakat itu dibiayai oleh provinsi,” ujar Gus Irawan.

Ia menambahkan, seluruh lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Desa Tandihat sendiri mulai mengalami pergerakan tanah sejak 25 November 2025. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah rumah dan infrastruktur jalan rusak parah, sehingga warga terpaksa mengungsi ke Desa Perkebunan Marpinggan yang dinilai lebih aman.

Menurut Gus Irawan, terdapat sekitar 186 kepala keluarga yang terdampak langsung bencana di Desa Tandihat. Seluruhnya akan direlokasi ke lokasi baru yang telah melalui kajian kelayakan.

“Ada 186 KK di Desa Tandihat. Lokasi relokasi ini sudah direkomendasikan dan dinilai layak untuk hunian bagi seluruh 186 KK,” katanya.

Pemprov Sumut berharap pembangunan hunian tetap ini dapat memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan layak bagi warga korban bencana, sekaligus memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.(sumutpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *