sumutbisa.online, Medan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dalam upaya pengawasan obat dan makanan.
BBPOM diharapkan menjadi garda terdepan untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat di Sumatera Utara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Sulaiman Harahap, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, dengan Kepala BBPOM Medan Mojaza Sirait, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (6/1).
Sulaiman menegaskan pentingnya pengawasan ketat peredaran obat, khususnya penggunaan antibiotik yang harus berdasarkan resep dokter. Menurutnya, penertiban perlu dimulai segera meski berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.
“Semua obat memang harus dengan resep dokter. Penertiban harus dimulai dari sekarang demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pesatnya pertumbuhan industri rumahan yang memproduksi obat dan kosmetik. Sulaiman mendorong BPOM untuk lebih kreatif dan responsif dalam memantau penggunaan bahan kimia pada produk kosmetik guna meminimalkan risiko kesehatan bagi konsumen.
Selain itu, Pemprov Sumut meminta perhatian khusus terhadap tren penggunaan rokok elektrik (vape) di kalangan anak muda. Pengawasan diperketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkoba dalam cairan (liquid) vape.
“Kekhawatiran kami adalah penyalahgunaan narkoba dalam konsumsi vape. Perlindungan masyarakat harus diperkuat melalui sinergi informasi dan kolaborasi Pemprov, Dinas Kesehatan, dan BPOM,” tegas Sulaiman.
Menjelang hari raya besar, Sulaiman juga mengusulkan razia gabungan bersama Dinas Kesehatan guna memastikan keamanan pangan dan obat yang beredar.
“Harapannya, BPOM menjadi garda terdepan pengawasan obat dan makanan di Sumut,” pungkasnya.
Sementara itu, Mojaza Sirait menyatakan kesiapan BBPOM Medan mengawal program kerja dari hulu ke hilir. Salah satu fokus pengawasan tahun ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam audiensi tersebut, Mojaza memaparkan sejumlah langkah strategis, antara lain kolaborasi dengan Pemprov Sumut untuk mengimbau apoteker dan dokter agar penggunaan antibiotik dilakukan secara proporsional.
Penguatan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam pengawasan peredaran bahan baku obat dan komoditas seperti cengkeh baik ekspor maupun impor serta keterlibatan BBPOM dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari aspek pengawasan distribusi barang. (wol/man/d2)








Leave a Reply