sumutbisa.online, tarutung – Sejumlah kawasan padat huni yang berada di lintasan Sungai Aek Ristop Kota Tarutung,Tapanuli Utara menjadi langganan banjir setiap musim penghujan.
Pada setahun terakhir tercatat sedikitnya terjadi dua kali banjir yang menggenangi sejumlah pemukiman dan berlangsung cukup lama, di Kelurahan Partali Toruan dan Kelurahan Hutatoruan VII Tarutung yang menyebabkan terganggunya aktifitas sosial/ekonomi warga.
Dilaporkan, tadi pagi (9/1/26) juga terjadi banjir di kawasan itu.Genangan air hampir menyentuh lutut dan genangan air telah memasuki rumah-rumah warga serta diperkirakan telah menganggu aktifitas warga.
Proses belajar dan mengajar (PBM) pada dua unit Sekolah Dasar (SD) yang berada di Aek Ristop, Kelurahan Hutatoruan VII juga ikut terganggu, karena setiap terjadi luapan sungai, akses jalan dan lingkungan sekolah akan tergenangi air.
Sejumlah warga mengutarakan penyebab meluapnya sungai Aek Ristop antara lain bebasnya membangun jembatan pribadi tanpa ijin dari pemerintah dan kurang intensnya normalisasi sungai yang sudah 5 tahun tidak pernah dilakukan.
“Salah satu penyebabnya yah itu, jangan sembarangan membangun jembatan melintasi sungai dan sangat perlu dilakukanya normalisasi,”ujar Maju Banjarnahor, warga Hutatoruan VII Tarutung, Jumat (8/1).
Maju Banjarnahor bersama sejumlah masyarakat di kawasan tersebut meminta agar dilakukan normalisasi di sungai Aek Ristop dan membongkar jembatan jembatan pribadi yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Jembatan itu berpotensi menahan sampah- sampah di sungai,” ujar Maju Banjarnahor.
Terpantau, pagi ini Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Hutabarat, SSi M.Si pun telah meninjau sejumlah titik alur sungai di hulu yang berada di Desa Hutauruk hingga Kelurahan Partali Julu. (wol/jps/d1)








Leave a Reply