Advertisement

Menko AHY Berbagi Kisah dan Pengalaman di SMANTig Medan

sumutbisa.online, Medan – Di sela agenda padat peninjauan pembangunan hunian tetap dan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di Sumatera, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyempatkan diri singgah ke SMA Negeri 3 (SMANTig) Medan. Kunjungan itu menjadi momen tak biasa bagi ratusan siswa yang memenuhi aula sekolah dengan rasa penasaran dan antusiasme tinggi.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, Ketua Umum Partai Demokrat tersebut hadir membawa cerita hidup. Di hadapan para pelajar, AHY membuka lembaran perjalanan pribadinya tentang mimpi, kegagalan, dan semangat untuk bangkit kembali. Ia bahkan secara terbuka menyinggung pengalamannya kalah dalam kompetisi politik, sebuah pengakuan yang disampaikan dengan nada reflektif.

“Dalam hidup pasti kita punya masalah. Saya juga demikian. Dalam perjalanan kadang kala tidak sesuai dengan harapan, atau belum berhasil, bahkan kalah dalam sebuah kompetisi. Saya juga pernah kalah dalam kompetisi politik,” ujar AHY menjawab pertanyaan siswa, disambut keheningan yang penuh perhatian.

Bagi AHY, kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses panjang pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya ketangguhan mental dan semangat pantang menyerah, terutama bagi generasi muda yang masih berada di fase pencarian jati diri.

Pengalaman panjangnya di dunia militer dan organisasi turut ia bagikan. Lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang itu mengisahkan bagaimana dunia organisasi membentuk disiplin, kepemimpinan, dan daya tahan mentalnya.

“Saya 16 tahun di militer. Sejak SMA saya belajar berorganisasi. Dulu saya juga pernah menjadi Ketua OSIS,” ungkapnya, seolah ingin menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan ditempa sejak bangku sekolah.

AHY menilai masa SMA sebagai periode krusial dalam kehidupan seseorang. Di fase inilah, menurutnya, fondasi kepribadian dan kesiapan menghadapi dunia nyata dibangun lengkap dengan suka duka serta pasang surut yang menyertainya.

“Masa SMA adalah masa yang sangat menentukan untuk membangun kepribadian, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia sebenarnya,” jelasnya.

Kepala SMANTig Medan, Susianto, S.Pd., M.Si., yang didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Emiruddin Harahap, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran AHY. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi siswa dan guru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Agus Harimurti Yudhoyono yang telah meluangkan waktu hadir di SMAN 3 Medan. Pesan-pesan yang disampaikan sangat positif dan membangun,” ujar Susianto.

Antusiasme siswa dan guru, lanjutnya, terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi berjalan hidup, mencerminkan besarnya minat pelajar terhadap kisah dan pesan yang disampaikan tamu negara tersebut.

Susianto juga mengungkapkan bahwa kehadiran Bapak AHY ke SMAN 3 Medan tidak terlepas dari kontribusi Komunitas Overlanding Indonesia Chapter Sumatera Utara, yang selama ini menjalin kerja sama dengan pihak sekolah.

Bagi siswa SMAN 3 Medan, kunjungan ini bukan sekadar pertemuan dengan pejabat negara. Lebih dari itu, mereka mendapat pelajaran langsung tentang arti kegagalan, ketekunan, dan keberanian untuk terus melangkah bekal penting untuk menatap masa depan dengan lebih percaya diri. (wol/ari/d1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *