sumutbisa.online, Sidikalang – Sebanyak 159 siswa SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2) lalu.
Kepala SMK HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, Rabu (11/2), kepada Waspada di sekolah menjelaskan awalnya diketahui banyak siswa tidak masuk sekolah pada Selasa (10/2). Sekitar pukul 09.00 WIB, sebanyak 76 siswa meminta izin pulang karena mengeluh mual, diare, dan pusing.
“Sehingga semua guru diperintahkan menolong siswa yang mengalami sakit untuk dibawa berobat ke RSUD Sidikalang dan fasilitas kesehatan lainnya,” ujarnya.
Pasca kejadian tersebut, MBG yang didistribusikan dari SPPG Dairi 03 di Jalan Palapa Sidikalang pada, Selasa (10/2) sore, tidak lagi dibagikan kepada siswa.
“Saat ini siswa yang sedang dirawat di RSUD Sidikalang sebanyak 52 orang, di RSUD Serinapita Sidikalang 35 siswa per pukul 02.00 WIB dini hari tadi, selebihnya sudah kembali pulang.”
“Ini kami mau melihat bersama Bapak Kacadis Wilayah IV, apakah kesehatan anak-anak sudah semakin membaik.
Semoga mereka secepatnya pulih kembali agar dapat sekolah kembali,” ucap Sirait.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah IV Tanah Karo, Salman, yang dikonfirmasi terpisah mengatakan pihaknya langsung turun memantau kondisi siswa.
“Kejadian ini tidak kita duga, saya hadir untuk memantau dan melihat langsung kondisi siswa yang sedang dirawat di RSUD Sidikalang,” sebutnya.
“Kita harus pastikan kondisi siswa yang sedang dirawat apakah sudah sehat. Kita sama-sama berdoa agar seluruh siswa dapat kembali beraktivitas dan sekolah kembali,” katanya.
Salman berharap kejadian serupa tidak terulang dan program pemerintah pusat tersebut tetap berjalan baik.
“Kita bersama mendukung Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini, sebab program ini adalah program nasional untuk menciptakan generasi yang sehat untuk masa yang akan datang,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Pahlawan Nasution saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan pihaknya menyayangkan informasi yang berkembang di masyarakat yang menyebut kejadian tersebut sebagai keracunan MBG.
Menurutnya, penyebab pasti belum dapat disimpulkan karena hasil pemeriksaan laboratorium dari Provinsi Sumatera Utara masih ditunggu.
“Sampel makanan yang didistribusikan SPPG 3 Dairi sudah dikirim ke Laboratorium Provinsi dan menunggu hasil pemeriksaannya,” ungkap Nasution.
Adapun pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dairi 3 saat dikonfirmasi di Jalan Palapa Sidikalang dalam keadaan tertutup. (wsp/A21/A13)








Leave a Reply