sumutbisa.online, Medan – Arus masuk aparatur sipil negara (ASN) ‘impor’ ke lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan diduga tak lepas dari peran ‘orang dalam’. Isu ini kembali menyeret nama Inspektur Daerah Kota Medan, Erfin Fakhrur Razi.
Sebelumnya, sorotan juga mengarah pada Asisten Ekbang Setdako Medan, Citra Effendi Capah, yang diduga menjadi ‘jembatan’ bagi anak kandungnya. Kini, Erfin kembali dikaitkan dengan proses mutasi sejumlah ASN lintas daerah ke Pemko Medan.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebut, Erfin sebelumnya diduga memuluskan mutasi rekan seangkatannya di IPDN, Weldan Prahasandhika Yudha (Wildan), dari Pemkab Aceh Tenggara ke Pemko Medan. Keduanya disebut merupakan alumni IPDN angkatan 17.
Tak berhenti di situ, sumber internal Pemko Medan menyebut ada tiga nama lain yang belakangan turut diproses atau sudah masuk ke lingkungan Pemko Medan.
Mereka adalah Zulfadli Prawira Matondang dari Pemko Tebingtinggi, Muhammad Farhan Azhar Parinduri dari Pemko Sibolga, serta Hadi Rahmad Harahap dari Pemkab Serdang Bedagai (Sergai).
Berdasarkan penelusuran, Zulfadli merupakan alumni IPDN angkatan 17 (lulusan sekitar 2019) dan tercatat pernah menjabat Kepala Bidang Politik Dalam Negeri pada Badan Kesbangpol Kota Tebingtinggi (Juli 2025).
Muhammad Farhan Azhar Parinduri disebut alumni IPDN angkatan 29 (lulusan 2022). Sementara Hadi Rahmad Harahap diketahui menjabat Kabid Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida Sergai hingga akhir Desember 2025, serta pernah bertugas di sejumlah OPD lain, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.
Sumber internal Pemko Medan menyebut ketiga ASN tersebut diduga merupakan ‘bawaan’ Erfin.
“Walaupun berbeda tahun angkatan waktu sekolah dulu, tapi yang namanya keluarga besar IPDN tentu punya ikatan yang sangat kuat, di situ dia irisannya,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, baru-baru ini.
Menurutnya, relasi dalam lingkup pemerintahan serta kedekatan personal turut memperkuat akses masuk tersebut. Termasuk hubungan Erfin dengan Wali Kota Medan, Rico Waas, yang disebut pernah satu sekolah di SMA Negeri 2 Medan.
“Manalah mungkin tanpa peran ‘orang dalam’ punya akses masuk. Sepertinya Erfin benar-benar memanfaatkan kedekatannya dengan wali kota untuk membantu rekan-rekannya masuk ke Pemko Medan. Coba saja dikonfirmasi ke BKPSDM untuk kebenarannya,” ungkapnya.
Ia menilai, mutasi lintas daerah umumnya tak sekadar perpindahan tugas biasa, melainkan diikuti jaminan posisi strategis.
“Sudah tentu. Mana pula dia mau jadi tidak punya jabatan setelah pindah ke Pemko Medan. Dan pastilah peran ‘ordal’ bermain di situ. Resah betul ASN yang berkarier sejak awal di Pemko Medan di masa pemerintahan saat ini, bahwa wali kotanya terkesan tidak percaya dengan kualitas dan integritas ASN di lingkungan Pemko Medan. Padahal stok SDM-nya cukup banyak, termasuk yang dinonjobkan oleh wali kota sebelumnya,” pungkas sumber.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Medan, Subhan Fajri Harahap, membenarkan proses perpindahan ketiga ASN tersebut ke Pemko Medan.
Ia mengakui Zulfadli dari Pemko Tebingtinggi, Farhan dari Pemko Sibolga, serta Hadi dari Pemkab Sergai tengah atau sudah diproses mutasinya. Namun Subhan membantah mereka merupakan ‘bawaan’ Inspektur Erfin.
“Tidak benar,” ujarnya menjawab para awak media, Jumat (13/2).
Subhan enggan merinci sejak kapan mereka efektif bertugas maupun di OPD mana ditempatkan. Termasuk saat dikonfirmasi terkait isu proyeksi pengisian jabatan struktural.
“Kalau pindahnya betul, tapi parkirnya tidak,” tegasnya.
Sebelumnya, Subhan juga memvalidasi perpindahan Wildan dari Pemkab Aceh Tenggara. Ia menyebut yang bersangkutan resmi pindah ke Pemko Medan sejak 1 Januari 2026, namun tidak merinci penempatannya.
Di sisi lain, Erfin Fakhrur Razi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan wartawan, Jumat (13/2) pagi, hingga berita ini diterbitkan.
Terkait mutasi Wildan, Erfin sebelumnya menegaskan tidak memiliki kepentingan apa pun.
“Saya pastikan saya sama sekali tidak pernah merekomendasikan dan tidak punya kepentingan apapun terhadap yang bersangkutan,” ucapnya kepada sejumlah awak media, Kamis (29/1) lalu.
Ia mengaku ingin fokus menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan guna mendukung visi wali kota dan wakil wali kota.
“Mohon support dari rekan-rekan media untuk membangun suasana yang kondusif agar seluruh jajaran bisa fokus bekerja untuk pembangunan kota kita,” pungkasnya.
Diketahui, Erfin Fakhrur Razi dilantik Wali Kota Medan Rico Waas pada 10 September 2025 usai mengikuti seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Inspektorat. Di mana sebelumnya, ia berkarier sebagai pejabat eselon III di Inspektorat Kabupaten Sergai. (wol/mrz/d2)








Leave a Reply