Advertisement

Picu Gelombang Protes, Bupati Samosir Diminta Batalkan Pembelian Mobil Dinas Rp 3,1 Miliar.

sumutbisa.online, Samosir – Gelombang penolakan terhadap pembelian mobil dinas Bupati Samosir senilai Rp 3,1 miliar kembali menguat.

Kebijakan Vandiko Timotius Gultom membeli kendaraan mewah yang bersumber dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 tersebut tidak hanya menuai kritik, tetapi juga sampai memicu aksi demonstrasi masyarakat di depan Kantor Bupati Samosir.

Dalam aksi beberapa waktu tersebut, massa menilai pembelian kendaraan mewah di tengah berbagai persoalan daerah mencerminkan ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat.

Mereka mempertanyakan urgensi pengadaan mobil dinas bernilai miliaran rupiah, sementara infrastruktur desa masih banyak yang rusak, sektor pertanian membutuhkan perhatian, dan pelayanan dasar dinilai belum maksimal.

Desakan pembatalan pembelian mobil dinas juga disampaikan tokoh masyarakat sekaligus Raja Jolo Marga Sitanggang, Hatoguan Sitanggang.

“Rakyat disuruh hemat, tapi pejabat beli mobil miliaran. Di mana nurani Bupati Samosir,” ujarnya kepada medanbisnisdaily.com, Rabu (4/3/2026) di Pangururan.

Ia meminta Bupati Samosir mengikuti langkah Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur, yang membatalkan pengadaan mobil dinas mewah dan mengalihkan anggaran untuk kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan diuji bukan saat situasi nyaman, melainkan ketika menghadapi kritik dan tekanan publik.

“Pemimpin yang baik adalah yang mampu mendengarkan aspirasi masyarakat, bukan menutup telinga terhadap suara rakyat,” katanya.

Ia menilai aksi demonstrasi menjadi sinyal kuat bahwa kebijakan tersebut perlu dikaji ulang. Pembatalan pembelian mobil dinas, lanjutnya, bukan sekadar soal kendaraan, tetapi menyangkut pesan moral dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Rp 3,1 miliar lebih tepat dialokasikan untuk program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Hingga kini, Pemerintah Kabupaten Samosir belum memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi pembelian mobil dinas tersebut. Publik pun menanti sikap tegas Bupati Samosir, apakah tetap melanjutkan kebijakan tersebut atau membatalkannya demi merespons aspirasi masyarakat.

Pantauan wartawan, mobil dinas mewah senilai Rp3,1 miliar itu juga belum terlihat berada di Kabupaten Samosir. (medanbisnisdaily.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *