sumutbisa.online – Jakarta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil langkah konkret untuk memastikan keberlangsungan pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Pemerintah resmi memperkuat dukungan bagi para pendidik dengan menyalurkan tunjangan khusus sebesar Rp2 juta per guru sebagai bentuk kehadiran negara di tengah situasi darurat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan kebijakan tersebut merupakan apresiasi atas dedikasi guru yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi keterbatasan dan risiko di wilayah terdampak bencana.
“Pemerintah hadir untuk memastikan pendidikan darurat dapat berjalan, sekaligus memberikan dukungan bagi para guru yang tetap mengabdi di wilayah terdampak,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Kamis (18/12).
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 17.500 guru ditetapkan sebagai penerima manfaat tunjangan khusus. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi pendidik yang terdampak langsung bencana di tiga provinsi di Sumatera, termasuk wilayah dengan kerusakan infrastruktur pendidikan yang cukup berat.
Selain insentif personal, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan keuangan operasional kepada satuan pendidikan.
Dana tersebut dialokasikan untuk: pemulihan sarana dan prasarana pembelajaran, pengadaan kebutuhan mendesak sekolah, serta penyesuaian proses belajar mengajar sesuai kondisi lapangan.
Kebijakan ini ditujukan agar aktivitas pendidikan tetap berlangsung meski dalam skema darurat.
Intervensi fisik juga dilakukan secara masif. Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan logistik pendidikan, antara lain:
2.873 unit ruang kelas darurat untuk pembelajaran sementara, 141.335 paket perlengkapan belajar siswa, meliputi buku, alat tulis, tas, seragam, dan sepatu,
16.239 paket perlengkapan keluarga bagi warga satuan pendidikan terdampak.
Langkah tersebut dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan proses belajar, terutama bagi siswa yang sekolahnya rusak atau terendam banjir.
Dalam pelaksanaannya, Abdul Mu’ti mengakui masih terdapat kendala serius, khususnya dalam pemutakhiran dan verifikasi data penerima bantuan. Beberapa wilayah terdampak masih sulit dijangkau akibat akses terputus.
Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat, terutama di titik-titik terparah di Aceh dan Sumatera Utara, guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan kebijakan agar pendidikan darurat tetap berjalan, meski di tengah krisis bencana. (wol/inilah/man/d2)










Leave a Reply