sumutbisa.online, Sigli – Banjir berlumpur kembali merendam Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Kamis (1/1) sore.
Banjir susulan ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan hulu, menyebabkan debit air Krueng Inong meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Muhammad Rabiul, mengatakan banjir susulan di Blang Pandak tidak hanya berupa luapan air, tetapi juga membawa material lumpur dari wilayah hulu sungai.
Kondisi tersebut memperparah dampak banjir karena lumpur kembali masuk ke rumah-rumah warga yang sebelumnya telah terdampak. “Banjir susulan di Blang Pandak sore tadi membawa lumpur dari hulu, sehingga lumpur kembali masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Muhammad Rabiul.
Luapan air Krueng Inong merendam permukiman warga dan mengganggu akses jalan gampong. Sejumlah ruas jalan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan air bercampur lumpur.
Data banjir bandang yang sebelumnya terjadi di Gampong Blang Pandak pada 25 November 2025 menunjukkan dampak yang cukup besar. Berdasarkan data Keuchik Gampong Blang Pandak, jumlah penduduk mencapai 1.625 jiwa dari 443 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Unuen, Dusun Teungoh, dan Dusun Wiew.
Dari jumlah tersebut, terdapat 19 ibu hamil, 59 balita, dan 57 lanjut usia.
Sebanyak 1.022 warga sempat mengungsi ke tiga titik pengungsian, yaitu Meunasah Sp. Unuen, Masjid gampong, dan Meunasah Sp. Wiew.
Pengungsian tersebut melibatkan 462 laki-laki dan 560 perempuan, termasuk 15 ibu hamil, 40 balita, serta 45 lansia.
Banjir bandang sebelumnya juga mengakibatkan kerusakan berat pada sejumlah sarana dan prasarana, antara lain satu balai kenduri, dua balai pengajian, jalan permukiman sepanjang sekitar lima kilometer, jaringan irigasi, sawah seluas 23 hektare, serta jalan kebun sepanjang 10 kilometer.
Sejumlah unit rumah warga dilaporkan rusak berat dan ringan, sementara puluhan rumah lainnya berada dalam kondisi berisiko terdampak banjir susulan.
Selain Blang Pandak, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie sejak Kamis sore juga menyebabkan banjir di sejumlah gampong lain. BPBD Pidie mencatat wilayah terdampak antara lain Gampong Klibeut, Dayah Tutong, Pukat Gampong Barat, Sangeu, Cot Geundok, serta Alue Calong di Kecamatan Tangse.
Luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baro yang berhulu di kawasan Ule Gunong Tangse diduga menjadi penyebab utama banjir di wilayah tersebut.
Di Kecamatan Keumala, air sungai juga dilaporkan meluap di beberapa titik. Meski belum dilaporkan terjadi banjir besar hingga Kamis malam, warga yang bermukim di bantaran sungai diminta tetap waspada karena hujan masih berpotensi turun di kawasan hulu.
Seorang warga Tangse, Abdullah, 39, mengatakan banjir datang secara tiba-tiba dan membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
“Hujannya tidak berhenti sejak sore. Tadi malam jalan masih tergenang, subuh sudah tidak bisa dilalui,” ujarnya.
Ia mengaku air masuk ke rumah saat warga sedang melaksanakan salat. “Saya langsung mengamankan barang-barang listrik. Kasur ikut basah,” tambahnya.
Petugas BPBD Pidie bersama relawan kebencanaan, unsur TNI dan Polri telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta membantu warga terdampak. Masyarakat yang bermukim di daerah rawan banjir dan bantaran sungai diimbau tetap waspada dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan akibat kerusakan rumah, fasilitas umum, dan terputusnya akses transportasi. Pemerintah daerah masih melakukan pemantauan intensif, khususnya di wilayah hulu sungai yang berpotensi memicu banjir susulan. (wsp/b06)










Leave a Reply