Advertisement

Tim PKM FISIP USU Dorong KWAPERTAN Sidodadi Ramunia Tembus Pasar Digital

DELI SERDANG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) mendorong Kelompok Wanita Perwira Tani (KWAPERTAN) Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, meningkatkan daya saing produk lokal melalui penguatan manajemen usaha dan pemasaran digital pada Hari Kamis (30/7/2026).

Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota KWAPERTAN dalam mengelola usaha, mulai dari pencatatan keuangan sederhana, penguatan kelembagaan, branding dan desain label kemasan, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace untuk memperluas pemasaran produk olahan ubi kayu. Kegiatan ini melibatkan dosen FISIP USU Prof. Dr. Erika Revida, M.Si. dan Dr. Lina Sudarwati, M.Si., serta mahasiswa FISIP USU yang turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Ketua Tim PKM FISIP USU, Prof. Dr. Badaruddin, M.Si., mengatakan pendampingan tersebut merupakan bentuk penerapan hasil riset sekaligus upaya menghadirkan solusi konkret bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat desa.

“Penguatan kapasitas wanita tani tidak hanya berfokus pada peningkatan mutu produksi keripik ubi, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan manajemen keuangan dan pemasaran digital agar mampu bersaing serta menopang ekonomi rumah tangga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anggota KWAPERTAN juga diajak memetakan persoalan kelembagaan melalui metode Problem Tree Analysis (Pohon Masalah). Ketua KWAPERTAN Desa Sidodadi Ramunia, Sumarni, menyambut positif pendampingan yang diberikan USU.

“Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama tentang pengelolaan keuangan, kemasan, dan pemasaran digital. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk kembali aktif mengembangkan usaha kelompok,” katanya.

Tim PKM FISIP USU berharap pendampingan tersebut dapat memperkuat kemandirian KWAPERTAN, meningkatkan daya saing produk lokal, dan membuka akses pasar yang lebih luas. Penguatan kapasitas perempuan desa diharapkan menjadi salah satu penggerak tumbuhnya ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), program ini berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan ekonomi rumah tangga, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha masyarakat.