sumutbisa.online, Samosir – Kabupaten Samosir kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Daerah yang berada di kawasan Danau Toba ini terpilih sebagai Terbaik I se-Sumatera kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian.
Prestasi itu sekaligus membawa manfaat tambahan bagi Kabupaten Samosir. Atas keberhasilan tersebut, Pemkab Samosir memperoleh Bantuan Pemerintah sebesar Rp2 miliar.
Bupati Samosir mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama dalam meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya dan seluruh masyarakat Samosir atas prestasi terpilihnya Kabupaten Samosir sebagai Terbaik I se-Sumatera pada kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri,” ujar Vandiko, sesuai rilis yang diterima Medanbisnisdaily.com.
Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar capaian seremonial, tetapi menjadi bukti adanya komitmen bersama untuk menjadikan Samosir semakin bersih, sehat, nyaman dan asri.
“Prestasi ini bukan hanya tentang sebuah penghargaan, tetapi tentang kerja bersama dan komitmen kita untuk menjadikan Samosir semakin bersih, sehat, nyaman dan asri,” katanya.
DLH Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Pengelolaan sampah dan upaya menjaga kelestarian lingkungan di Samosir berada di bawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Samosir.
Berbagai program dilakukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk mengajak warga tidak sekadar membuang sampah, tetapi memilah dan mengelolanya sejak dari sumber.
Kepala DLH Samosir Edison Pasaribu mengatakan sejumlah upaya terus dilakukan untuk memperkuat pengelolaan sampah di daerah tersebut.
“Berbagai upaya sudah dilakukan, termasuk dengan kelompok bank sampah,” ujar Edison kepada Medanbisnisdaily.com, Kamis (14/8/2026).
Menurutnya, bank sampah merupakan salah satu bentuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menerapkan prinsip 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
Dalam penerapannya, masyarakat memilah sampah dari rumah berdasarkan jenisnya, terutama material yang masih memiliki nilai ekonomi seperti plastik, kertas, kardus dan botol.
Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah untuk ditimbang serta dicatat sebagai tabungan atau memiliki nilai ekonomi sesuai mekanisme yang diterapkan masing-masing kelompok.
“Konsep tersebut membuat sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai barang buangan,” ungkap Edison.
Ia mengatakan sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan, dipilah dan dimanfaatkan kembali sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan.
Keberadaan bank sampah juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.
“Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat,” katanya.
Edison menilai pengelolaan sampah memiliki arti penting bagi Samosir yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata di kawasan Danau Toba.
“Kebersihan lingkungan menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga kualitas lingkungan di sekitar kawasan Danau Toba,” ujarnya.
Samosir Dapat Bantuan Pemerintah Rp2 Miliar
Atas prestasi sebagai Terbaik I se-Sumatera kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Kabupaten Samosir juga mendapatkan Bantuan Pemerintah sebesar Rp2 miliar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat berbagai program pengelolaan sampah dan lingkungan, termasuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Vandiko menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, jajaran pemerintah serta seluruh pihak yang selama ini bergotong royong menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Samosir.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, jajaran pemerintah dan semua pihak yang terus bergotong royong menjaga lingkungan. Ini prestasi kita bersama,” katanya.
Ia mengingatkan agar penghargaan tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Predikat terbaik, kata dia, harus menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di Samosir.
“Mari terus kita jaga dan pertahankan,” ujarnya.
Vandiko juga menegaskan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah harus terus diperkuat agar kesadaran warga untuk memilah sampah semakin tumbuh.
Menurutnya, budaya menjaga kebersihan pada akhirnya tidak boleh hanya menjadi program pemerintah, tetapi harus menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Salam dari Samosir untuk Indonesia,” sebutnya. (medanbisnisdaily.com)






