sumutbisa.online, Sidikalang – Korban diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Dairi mencapai 211 orang terdapat di dua Sekolah.
Korban diduga keracunan makanan tersbut bukan hanya murid SMK HKBP Sidikalang, akan tetapi juga dialami murid SMK ARINA Sidikalang.
Data yang dihimpun Waspada dari SMK HKBP Sidikalang sebanyak 159 siswa, sedangkan murid dari SMK ARINA sebanyak 52 orang.
Informasi yang dihimpun di RSUD Sidikalang, murid dari SMK HKBP selain dirawat di RSU daerah, ada yang dirawat di RSU Serenapita dan faskes lainnya.
Direktur RSUD Sidikalang, dr Mei Sitanggang melalui Kabid Pelayanan dan Penunjang Medis (Yanmed) Lestina Sianturi dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (12/2), mengatakan jumlah pasien yang dirawat dari SMK HKBP pada tanggal 10-11 Februari 2026 sebanyak 82 orang.
Sedangkan pasien dari SMK ARINA dari tanggal 11-12 Februari 2026 sebanyak 52 orang. Sehingga total pasien dari kedua sekolah tersebut yang dirawat di RSUD sebanyak 134 orang per hari, Kamis (12/2), pukul 11.00 WIB.
Dijelaskan Lestina Sianturi, dari jumlah pasien yang dirawat di RSUD Sidikalang sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan sebanyak 24 orang dan seluruhnya dari murid SMK HKBP. Sedangkan selebihnya, masih dirawat.
Disebutkan Lestian Sianturi, akibat pasien yang begitu banyak membuat rumah sakit kekurangan tempat tidur, sehingga pihak rumah sakit harus meminta dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dairi sebanyak 50 palbed dan 15 matras.
“Akibat pasien yang begitu banyak, ruangan Intensive Care Unit (ICU) dan lorong kamar harus berisi pasien,” sebut Sianturi.
Sementara Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Dairi, Pahlawan Nasution, dikonfirmasi melalui WhatsAppnya tentang jumlah yang menderita keracunan makanan dari kedua sekolah tersebut hingga berita dikirim ke redaksi belum ada tanggapan. (wsp/A21/d2)











Leave a Reply