sumutbisa.online, Batubara – Kasus HIV di Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara mengalami peningkatan sepanjang tahun 2026. Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya penambahan 28 kasus baru sejak Januari hingga April 2026.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batu Bara, Budi Junarman Sinaga, mengungkapkan bahwa dengan adanya penambahan tersebut, total kasus kumulatif HIV yang saat ini dalam pengobatan dan pemantauan mencapai 137 orang.
“Jumlah kasus baru yang ditemukan dari Januari sampai April 2026 sebanyak 28 orang. Jadi total kumulatif yang sedang dalam pengobatan dan pemantauan saat ini sebanyak 137 kasus,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, pengobatan HIV harus dijalani seumur hidup sejak pertama kali terdeteksi. Oleh karena itu, pasien diwajibkan rutin menjalani kontrol, konseling, serta melaporkan kondisi kesehatannya setiap bulan guna mencegah penularan kepada orang lain.
Dinas Kesehatan juga terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya bagi penderita, agar tetap disiplin menjalani pengobatan. Pasalnya, ketidakpatuhan dalam terapi dapat meningkatkan risiko penularan serta memperburuk kondisi kesehatan pasien.
“Jika tidak rutin menjalani pengobatan, maka potensi penularan akan meningkat. Karena itu, kami terus melakukan pendekatan persuasif dan konseling secara berkala,” ungkapnya.
Meski sebagian besar pasien dinilai kooperatif, pihaknya mengakui masih terdapat kendala di lapangan. Beberapa penderita dilaporkan tidak jujur terkait kondisi kesehatan mereka atau bahkan mangkir dari jadwal pengobatan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa data penderita HIV dilindungi undang-undang, sehingga identitas pasien tidak dapat dipublikasikan guna menghindari stigma negatif di tengah masyarakat.
“HIV berbeda dengan penyakit lain karena gejalanya bisa muncul setelah beberapa tahun. Selain itu, data penderita dilindungi undang-undang, sehingga kami hanya melakukan pendekatan secara personal,” tambahnya.
Penyebaran HIV Batu Bara
Penyebaran kasus HIV di Batu Bara disebut telah menjangkau hampir seluruh kecamatan. Namun, untuk penanganan medis, saat ini hanya terdapat tujuh puskesmas yang ditunjuk sebagai layanan khusus, mengingat keterbatasan tenaga dokter yang memiliki sertifikasi penanganan HIV.
Dinas Kesehatan Batu Bara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan secara rutin guna menekan angka penyebaran di wilayah tersebut. (medanbisnisdaily.com)






