Advertisement

PUD Pembangunan Medan Diambang Kolaps, Dewan Minta Direksi Berinovasi

sumutbisa.online, Medan – Anggota Komisi III DPRD Medan, Godfried Effendy Lubis, mengingatkan jajaran direksi PUD Pembangunan Kota Medan agar tidak tinggal diam menyikapi kondisi perusahaan yang disebut nyaris bangkrut (kolaps).

Direksi yang baru dilantik diminta segera melakukan inovasi dan pengembangan usaha agar perusahaan daerah tersebut mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

“Kita prihatin dengan kondisi perusahaan yang nyaris kolaps. Sehingga untuk bayar gaji karyawan saja megap-megap,” ujar Godfried kepada sejumlah wartawan, Senin (11/5).

Menurut Godfried, nasib perusahaan saat ini berada di tangan Direktur Utama PUD Pembangunan, Karya Septianus Bate’e. Ia menilai periode kepemimpinan saat ini bisa menjadi kesempatan terakhir untuk membenahi perusahaan, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya PUD Pembangunan terus mengalami kerugian.

Godfried menambahkan, ada sejumlah langkah yang perlu dilakukan direksi untuk menyelamatkan perusahaan. Salah satunya melalui pengembangan unit usaha yang selama ini dikelola PUD Pembangunan, seperti Medan Zoo.

Menurutnya, pengelolaan kebun binatang tersebut dapat dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem bagi hasil.

Hal serupa juga dinilai perlu diterapkan terhadap usaha Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja di Jalan Sutomo Ujung yang kondisinya disebut memprihatinkan.

“Padahal lokasi kedua unit usaha itu sangat strategis. Jika dikelola secara profesional tentu bisa memberikan keuntungan yang cukup besar,” sebutnya.

Godfried juga meminta agar Kolam Renang Deli segera direhabilitasi dan diperbaiki.

“Kalau Pemko Medan tidak mampu, silakan kerja sama dengan pihak ketiga atau melalui CSR. Jangan lagi gelanggang remaja itu hanya jadi tempat penyimpanan barang rongsokan,” paparnya.

Selain itu, Godfried meminta jajaran direksi PUD Pembangunan membentuk badan usaha atau perseroan terbatas (PT) untuk menjalankan proyek infrastruktur maupun konstruksi.

“Direksi harus inovatif sepanjang tidak melanggar aturan. Kalau tidak, hanyutlah,” katanya. (wol/mrz)