sumutbisa.online, Labuhan Batu – Nama seorang pria berinisial Haji S belakangan ramai diperbincangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu. Ia disebut-sebut menjadi pihak yang dapat membantu aparatur sipil negara (ASN) memperoleh jabatan, mulai dari eselon hingga kepala sekolah.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, pengurusan jabatan melalui Haji S diduga tidak dilakukan secara gratis. Untuk jabatan kepala sekolah misalnya, biaya yang diminta disebut disesuaikan dengan jumlah murid di sekolah yang akan dipimpin.
“Kalau mau mengurus jabatan melalui Haji S harus membayar uang muka dulu,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sumber lain menyebutkan, sejumlah ASN yang telah menemui Haji S ada yang sudah menduduki jabatan tertentu, sementara lainnya masih menunggu proses pelantikan.
Haji S diketahui merupakan warga sipil yang pernah menjadi bagian dari tim sukses pasangan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu, dr. Maya Hasmita dan Jamri ST. Kedekatan tersebut disebut menjadi alasan sejumlah ASN percaya bahwa dirinya memiliki pengaruh dalam proses penentuan jabatan di lingkungan Pemkab Labuhanbatu.
Selain isu terkait jabatan, Haji S juga disebut-sebut memiliki pengaruh terhadap pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan daerah. Namun demikian, tudingan tersebut dibantah langsung oleh yang bersangkutan.
Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Rabu (29/4/2026), Haji S membantah terlibat dalam praktik jual beli jabatan maupun proyek pemerintah.
“Gak benar itu dek ku, gak pernah saya ikut-ikutan masalah jabatan ataupun proyek. Kalau saya pernah menjadi tim sukses Maya-Jamri itu benar,” ujarnya.
Ia juga mengaku memang pernah didatangi sejumlah pihak yang meminta bantuan terkait jabatan, namun menurutnya permintaan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti.
“Kalaupun ada yang datang sama saya minta tolong, gak pernah saya gubris. Kalau ada tuduhan jual beli jabatan ataupun proyek, coba dibuktikan,” katanya.
Dalam keterangannya, Haji S juga mengakui memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh di Labuhanbatu, termasuk Bupati Labuhanbatu dr. Maya Hasmita, Wakil Bupati Jamri ST, hingga mantan Bupati Erik Adtrada Ritonga.
“Saya hanya membantu kemenangan Maya-Jamri dan memang dekat sama Pak Erik dan Bu Maya. Tapi tidak pernah ikut urusan jabatan ataupun proyek,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya hanya seorang petani dan tidak memiliki kewenangan dalam urusan pemerintahan.
“Saya cuma petani, bukan pejabat. Anak-anak saya juga begitu. Saya tinggal di daerah kebun. Jadi saya heran kenapa ada tuduhan seperti itu,” tandasnya. (medanbisnisdaily.com)






