sumutbisa.online, Medan – Kabar duka menyelimuti dunia sepakbola Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Mantan kiper legendaris PSMS Medan dan Tim Nasional Indonesia, Jampi Hutauruk, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB.Kabar berpulangnya Jampi Hutauruk menyebar di sejumlah grup WhatsApp para mantan pemain dan legenda PSMS Medan. Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi oleh mantan rekannya di sepakbola Sumatera Utara, Badiaraja Manurung.
“Iya, tadi pukul 19.30 WIB meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit,” kata Badiaraja saat dikonfirmasi harianSIB.com, Sabtu (1/8/2026).Menurut Badiaraja, Jampi sudah cukup lama mengalami gangguan kesehatan, terutama pada bagian punggung akibat saraf terjepit. Kondisi tersebut membuat sang legenda lebih banyak beristirahat di rumah sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Jenazah Jampi Hutauruk disemayamkan di rumah duka di Jalan Sisingamangaraja Nomor 49 Km 8,5, Medan Amplas, tepat di samping pintu Tol Amplas. Pihak keluarga menyampaikan rencana pemakaman akan dilakukan pada Selasa (4/8/2026).Jampi Hutauruk merupakan salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki PSMS Medan dan Timnas Indonesia. Pria kelahiran Rantauprapat, 5 April 1957, itu menjadi bagian dari generasi emas sepak bola Sumatera Utara pada era Perserikatan.
Bersama PSMS Medan, Jampi dikenal sebagai kiper tangguh yang menjadi andalan di bawah mistar gawang Ayam Kinantan. Ia juga mendapat kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 1982.Selain membela klub dan tim nasional, Jampi turut mengharumkan nama Sumatera Utara dengan meraih medali emas PON 1985. Ia juga pernah membawa Mercu Buana finis di peringkat ketiga kompetisi Galatama.
Usai mengakhiri karier sebagai pemain, Jampi Hutauruk tetap berkontribusi untuk sepak bola. Pengalamannya sebagai penjaga gawang ia bagikan dengan menjadi pelatih kiper dan membina generasi berikutnya.Kepergian Jampi menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar PSMS Medan dan sepakbola Sumatera Utara. Badiaraja Manurung menyebut sosok Jampi bukan hanya rekan seperjuangan, tetapi juga sahabat yang memiliki banyak kenangan bersama.
“Dari PSMS junior, senior, Mercu Buana hingga Timnas, kami bersama-sama melewati banyak perjalanan. Sebagai mantan pemain, kami pasti sangat kehilangan. Jampi bukan hanya teman seperjuangan, tetapi juga sahabat kami. Selamat jalan sahabat kami, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Badiaraja. (hariansib.com)







