Advertisement

Puskesmas Tamiang Hulu Butuh Alat Medis, Obat-obatan dan Warga Butuh Air Bersih

sumutbisa.online, Aceh Tamiang – Bencana alam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang hampir menyapu bersih seluruh wilayah yang dilewati air, tak terkecuali Kampung Perkebunan Pulau Tiga Kecamatan Tamiang Hulu. Rumah warga, kantor pemerintahan hingga pusat kesehatan masyarakat pun turut terendam.

Plh Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Tamiang Hulu, Winanda Ramadhani, mengaku pasca banjir banyak masyarakat yang datang berobat, meskipun dengan alat seadanya dan keterbatasan obat.

Dikatakan, Puskesmas Tamiang Hulu mulai beroperasi setelah air mulai surut atau 4 hari pasca banjir. Bersama TNI-Polri dan para relawan bahu membahu membersihkan puskesmas sebelum digunakan untuk pelayanan kesehatan.

Bencana alam banjir bandang yang menerjang Kabupaten Aceh Tamiang hampir menyapu bersih seluruh wilayah yang dilewati air, tak terkecuali Kampung Perkebunan Pulau Tiga Kecamatan Tamiang Hulu. Rumah warga, kantor pemerintahan hingga pusat kesehatan masyarakat pun turut terendam.

Plh Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Tamiang Hulu, Winanda Ramadhani, mengaku pasca banjir banyak masyarakat yang datang berobat, meskipun dengan alat seadanya dan keterbatasan obat.

Dikatakan, Puskesmas Tamiang Hulu mulai beroperasi setelah air mulai surut atau 4 hari pasca banjir. Bersama TNI-Polri dan para relawan bahu membahu membersihkan puskesmas sebelum digunakan untuk pelayanan kesehatan.

“Relawan kesehatan bilang mau buka OK darurat, penyakit berat yang ditangani puskesmas ini selulitis dan DM (Diabetes Meletus). Ini yang membutuhkan operasi kecil lah pada luka di kakinya,” ujarnya.

Nanda mengaku saat ini pihaknya membutuhkan alat-alat medis baru dan obat-obatan, agar bisa maksimal melayani masyarakat yang datang untuk berobat. Guna mendukung keinginan tersebut, permohonan secara lisan pun sudah dilayangkan.

“Kemarin penjelasan dari pejabat berwenang, tidak usah dipikirkan masalah ini (butuh alat dan obat-obatan). Kita laksanakan pelayanan sesuai kebutuhan. Pihak bapak-bapak itu lah yang menyediakan,” pungkasnya.

Terpisah, Husin (58 tahun), warga Kampung Perkebunan Pulau Tiga Kecamatan Tamiang Hulu mengaku membutuhkan air bersih. Sebab, PDAM Tirta Tamiang khususnya Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Tamiang Hulu terendam banjir.

“Untuk kebutuhan air bersih sekarang ini dari sumur. Ini pun makanya bersih kayak gini, listrik sudah hidup, air disedot dari sumur bor,” ungkapnya. (wol/mrz/d2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *