sumutbisa.online, Tapsel – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memastikan pemerintah akan meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumut.
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui perluasan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) serta keringanan biaya pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga korban bencana.
Program PUBG yang diusung Bobby Nasution dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 dengan prioritas wilayah Kepulauan Nias. Namun, pemerintah provinsi memutuskan memperluas cakupan program tersebut ke sejumlah daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Selain sekolah gratis, Pemprov Sumut juga akan membantu biaya pendidikan bagi orang tua yang anaknya sedang menempuh pendidikan tinggi. Kebijakan ini diambil mengingat banyak korban bencana kehilangan mata pencaharian utama mereka.
“SMA, SLB, dan SMK negeri tahun depan kita prioritaskan untuk Kepulauan Nias. Namun karena Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, dan Tapanuli Utara terdampak bencana, maka daerah-daerah tersebut juga akan kita gratiskan tahun depan,” ujar Bobby dalam keterangannya, Senin (29/12).
Sebelumnya, Gubernur Sumut juga meninjau Gereja GEPKIN dan Gereja GKPA Huta Godang. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu pemulihan lahan pertanian warga yang rusak akibat bencana.
“Rumah yang rusak ringan, sedang, berat, hingga hilang akan diperbaiki oleh Bapak Presiden. Begitu juga sawah dan kebun yang rusak akan kita pulihkan, mulai dari penyediaan bibit hingga pengolahan lahannya,” ungkapnya.
“Gereja, sekolah, dan fasilitas umum lainnya juga akan kita bantu perbaiki. Jadi amang dan inang tetap tenang, meski semuanya dilakukan secara bertahap. Kami mohon kesabaran,” sambungnya.
Saat ini, sebagian besar wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumut telah memasuki tahap pemulihan. Masyarakat bersama TNI, Polri, dan pemerintah bergotong royong membersihkan material longsor serta memperbaiki akses jalan yang terputus. Bobby Nasution berharap Sumut dapat pulih lebih cepat dan bangkit menjadi lebih kuat.
“Kita sama-sama berdoa agar cepat pulih, kuat menghadapi bencana, dan kita doakan Natal tahun depan bisa lebih baik dan lebih ceria,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Simataniari, Intan, berharap akses menuju Dusun Pasir Bidang segera dibuka agar warga dapat kembali ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru.
“Tolong bantu kami mengorek longsor di Pasir Bidang. Kami sangat membutuhkan agar bisa pulang ke kampung kami,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyatakan pihaknya akan segera menurunkan tim teknis untuk meninjau kondisi lapangan dan mempercepat perbaikan akses jalan.
“Kami akan menurunkan tim teknis ke lokasi, melihat langsung kondisi di lapangan, dan segera mengupayakan perbaikan akses jalannya,” kata Gus Irawan. (wol/man/d1)








Leave a Reply