Advertisement

Warga Binjai Ditahan Kamboja, DPR RI Kunjungi Keluarga

sumutbisa.online, Medan – Ardiansyah, Warga Kota Binjai, Sumatera Utara, ditahan pihak berwenang Kamboja bersama sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya.

Menindak lanjutin hal itu, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Sumatera Utara III, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, berkunjung langsung ke rumah orangtua Ardiansyah, 26, warga Jalan Tengku Umar, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Minggu (1/3) sore.

Selain Doli, turut mendampingi Anggota DPRD Sumut H M Yusuf, Ketua DPRD Binjai Gusuartini br Surbakti, serta H Zainuddin Purba

Dalam pertemuan yang berlangsung 60 menit, Ahmad Doli menyampaikan bahwa pihaknya telah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan merencanakan proses kepulangan Ardiansyah. Namun, ia juga menyebutkan bahwa terdapat sekitar 5.000 WNI lainnya yang masih tertahan di Kamboja.

“Saya minta kepada pihak orang tua agar bersabar dan tetap memantau serta memberikan arahan kepada anak muda yang ingin ke luar negeri. Cari informasi yang sebenar-benarnya, sehingga keberangkatan jelas diketahui apakah legal atau ilegal,” ujar Doli.

Kunjungan tersebut membuat Bardiah, ibu dari Ardiansyah, merasa sedikit tenang dan melihat harapan positif untuk kepulangan putranya. “Saya ucapkan terima kasih kepada pak Doli yang sudah mau mendengarkan keluhan saya dan semoga anak saya masih dalam keadaan sehat dan selamat ketika kembali ke rumah,” ungkapnya.

Diketahui, Ardiansyah ditahan sejak Januari 2026 setelah aparat keamanan Kamboja melakukan operasi pemberantasan kejahatan penipuan daring di Phnom Penh.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 26 WNI turut diamankan dan Ardiansyah merupakan salah satunya. Saat ini, ia menghuni satu sel bersama lima WNI lainnya, dan keluarga belum memperoleh kejelasan rinci mengenai proses hukum yang akan dilalui.

Kabar penangkapan pertama kali diterima keluarga melalui telepon dari seorang pria bernama Roki yang disebut bekerja di KBRI Phnom Penh, yang memberi tahu bahwa Ardiansyah diamankan dalam operasi kepolisian setempat.

Menurut keluarga, Ardiansyah berangkat ke luar negeri untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki ekonomi keluarga, namun diduga terjerat jaringan penipuan daring yang kerap dikaitkan dengan perdagangan orang (TPPO). (wsp/a22/d2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *