Advertisement

Jangan Khawatir! Stok Beras Bulog Sumut Tembus 63.000 Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

sumutbisa.online, Medan – Medan. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Sumatera Utara mencatatkan angka tertinggi sepanjang sejarah. Per 23 April 2026, Perum Bulog wilayah Sumatera Utara menyimpan 63.000 ton beras, sementara secara nasional mencapai 5 juta ton.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan swasembada pangan di Indonesia.

“Stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia saat ini memang betul mencapai 5 juta ton, dan untuk wilayah Sumut sebesar 63.000 ton. Ini merupakan stok beras tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka,” ujar Budi, Jumat (24/4/2026).

Ia menjelaskan, tingginya stok beras tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan cadangan yang kuat, Bulog tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga penggerak utama dalam ekosistem pangan.

Menurutnya, stok beras tersebut menjadi instrumen strategis untuk meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung berbagai program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, hingga penanganan bencana.

“Beras-beras tersebut saat ini telah menjadi stok yang merata di wilayah Sumut,” katanya.

Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dari petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Gabah tersebut kemudian diolah menjadi beras untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah.

Serap Gabah Petani
Budi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menyerap 20.820 ton gabah dari petani, meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 18.120 ton.

Tingginya penyerapan ini juga berdampak pada kapasitas penyimpanan. Sejumlah gudang Bulog di berbagai daerah seperti Medan, Pematang Siantar, dan Asahan dilaporkan penuh, sehingga Bulog harus menyewa gudang tambahan.

“Kami optimistis pencapaian serapan di Sumut akan terus meningkat dibanding tahun lalu,” ujarnya.

Di tengah kondisi global yang tidak menentu dan berpotensi memicu kenaikan harga pangan, Budi memastikan ketersediaan beras di Sumut dalam kondisi aman dan melimpah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Beras Bulog siap dipergunakan sesuai ketentuan pemerintah dalam program SPHP dan bantuan pangan,” tegasnya. (medanbisnisdaily.com)