Advertisement

Warga Deliserdang Kecewa, Sudah Taat Bayar Pajak Tapi Kondisi Jalan Tetap Rusak

sumutbisa.online, Deli Serdang – Warga Deliserdang Kecewa, Sudah Taat Bayar Pajak Tapi Kondisi Jalan Tetap Rusak

sumutbisa.online, Deli Serdang – Kondisi Jl. Pasar V Timur Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan menjadi keluhan masyarakat yang menuntut perbaikan sebab walaupun warga sudah menunaikan kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tetapi kondisi jalan tetap rusak.

Hal itu diungkapkan M. Amin, 53, Syarifuddin, 51, Syaiful Bahri, 52 kepada Waspada, Kamis (16/7) siang.

M. Amin, menjelaskan sebagai warga negara yang baik ia mengaku tidak pernah melupakan kewajiban kepada pemerintah yakni membayar Pajak Bumi dan Bangunan.

“Saya setiap tahun tidak pernah lupa membayar kewajiban kepada pemerintah dengan membayar PBB. Ketika petugas datang ke rumah menyerahkan SPPT, beberapa hari kemudian saya pun langsung membayar pajak sesuai dengan jumlah yang tertera di SPPT tersebut” kata M. Amin.

Hal yang sama juga diungkapkan Syarifuddin dan Syaiful Bahri. Menurut Syarifuddin dan Syaiful Bahri bahwa berdasarkan informasi yang mereka dapatkan jalan yang rusak tersebut merupakan jalan Kabupaten, jadi yang memperbaikinya juga adalah kewenangan Pemkab Deliserdang.

“Kami sadar bahwa Pajak Bumi dan Bangunan yang kami bayarkan tersebut salah satu gunanya untuk membiayai berbagai program pembangunan termasuk perbaikan infrastruktur. Namun yang menjadi pertanyaan kami, mengapa setelah warga membayar pajak masih ada jalan yang rusak di Kabupaten Deliserdang khususnya di Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan ini belum mendapatkan perbaikan sama sekali dari pemerintah Kabupaten Deliserdang. Dimana letak keadilan pemerintah kepada masyarakat nya. Itulah yang kami minta,” tandas Syarifuddin diamini Syaiful Bahri.

Ketika disinggung apa sudah pernah mempertanyakan hal ini kepada pemerintah setempat, Syarifuddin mengatakan sudah.

“Kami tidak tahu lagi kepada siapa lagi harus mengadukan masalah ini. Sebagai warga masyarakat kami juga khan berhak mendapatkan perhatian dari pemerintah salah satunya dengan perbaikan jalan yang rusak. Tetapi mengapa keluhan kami ini tidak juga mendapatkan tanggapan dari pemerintah sebagai bentuk perhatian dan pertanggungjawaban nya kepada masyarakat Kabupaten Deliserdang. Jadi, intinya kami minta kepada Pemerintah Kabupaten Deliserdang segera lah memperbaiki kondisi jalan yang sudah rusak parah di Desa Medan Estate ini dan jangan sampai ada pembiaran “tutup Syarifuddin dan Syaiful Bahri.

Sementara itu, Kepala Desa Medan Estate yang dikonfirmasi hal ini mengatakan bahwa pihak pemerintah Desa telah mengajukan perbaikan jalan ke Pemkab Deliserdang untuk dilakukan perbaikan.

“Terkait kondisi Jl. Pasar V Timur itu statusnya merupakan jalan Kabupaten yang sudah lama rusak dan kami juga sudah melayangkan surat kepada Pemkab Deliserdang untuk segera dilakukan perbaikan sebab kondisinya sangat mendesak,” kata Asdat Lubis seraya menambahkan jalan Pasar V Timur tersebut merupakan jalan yang menghubungkan ke Jl. Ismail Harun Desa Bandar Khalifah Kecamatan Percut Seituan.

Sementara itu sebelumnya, sebuah video Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan meminta masyarakat jangan hanya menspill (membongkar aib) jalan rusak, viral di media sosial (Medsos).

Dalam video itu Asri Ludin juga menyuruh warga (rakyat) membayar pajak karena menurutnya perbaikan jalan tidak bisa menggunakan daun.

Salah satu video viral yang beredar di Medsos seperti di Instagram (IG) kabarsumatera.id. Para netizen ramai “menyerang” Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, bahkan netizen mentag akun resmi @official.kpk seperti akun Instagram fredywirapratama14. “@official.kpk coba audit dulu pak di Deliserdang ini,” tulisnya.

Selanjutnya di akun IG lambe_turah yang memiliki pengikut 12,1 juta itu, baru saja memposting 13 jam yang lalu menuliskan caption postingannya “Heh gimana gimana ?” juga telah dikomentari 2.112 netizen.

Sama halnya di kabarsumatera.id netizen mayoritas juga “menyerang” Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan dan juga mentag akun resmi @official.kpk serta @komisikejaksaanriofficial yakni akun IG zulhutbansyh “Banyak masyarakatnya lebih besar dari Kota Medan tapi bupatinya ngomongnya kek gitu uda bisa pak @komisikejaksaanriofficial, @official.kpk main” ke daerahnya,” tulisnya.

Video viral itu saat Asri Ludin
ditanya kondisi jalan rusak di Kabupaten Deliserdang, ketika dia meninjau perbaikan Jalan Paluh Gelombang/Jalan Industri) di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Percutseitun. “Sekarang kita kan cerita di (Jalan) Paluh Gelombang ini, ya ini kita perbaiki tahun ini,” kata Asri Ludin.

Lalu perekaman pun membandingkan di jalan daerah lain yang masih mengalami kerusakan. Saat itulah Asri Ludin mempertanyakan apakah masyarakat sudah membayar pajak.

“Tergantung keuangan kita, masyarakatnya bayar pajak nggak?. Bayar PBB nggak?. Kalau nggak ada, uang pemerintah darimana?. Ini kan sekarang daerah Paluh Gelombang (Desa Tanjung Selamat) termasuk PBB bagus, ya tentu pembangunannya kita arahkan kesana,” ungkapnya.

Asri Ludin mengakui daerah yang berpotensi menaikkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) daerah itulah dikerjakan pembangunannya.

“Jadi mana-mana yang bisa menaikkan potensi masyarakat itu. Itu yang kita kerjakan. Jadi jangan sekedar spill-spill jalan jelek, tapi kontribusinya tidak ada. Kitakan membangun bukan pakai daun, kitakan sekarang membangun pakai uang APBD sendiri,” katanya.

Saat itu Asri Ludin juga menyinggung dana Transfer ke Daerah (TKD) yang berkurang. Padahal sebagaimana informasi yang didapat bahwa Pemerintah Pusat mengembalikan TKD 2026 kurang lebih Rp 493 Miliar ke Deliserdang, karena wilayah ini merupakan daerah yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor pada 2025.

“Dana dari pusat berkurang, kita diharapkan memaksimalkan potensi penerimaan pajak daerah, kalau pajak daerah gak cukup pembangunan apa yang mau kita kerjakan, oke,” tutupnya. (wsp/a19/a01/a16/d2)