Advertisement

Kasus Cacing dan Ulat di Menu MBG, SPPG Sei Rampah Layak Dievaluasi

sumutbisa.online, Seirampah – Dengan adanya kasus temuan cacing hidup dalam nasi dan ulat mati dalam sayur menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam kurun waktu yang berbeda di SMKN 1 Sei Rampah Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut).

Selaku penyalur MBG adalah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah yayasan Bintang Ceria berlokasi di Jl. Medan-Tebingtinggi Dusun VI Desa Sei Rampah Kec. Sei Rampah yang disebut-sebut meraih peringkat 3 Sumut Penilaian Tuwas Care dari Badan Gizi Nasional (BGN) dengan predikat sangat baik.

Atas kejadian tersebut kiranya Badan Gizi Nasional (BGN) sudah sangat layak untuk segera mengevaluasi izin operasional SPPG Sei Rampah.

Demikian ditegaskan Pengamat Sosial Sergai Syaifuddin SE yang juga personel Dewan Pendidikan Sergai, Kamis (26/2) kepada Waspada di Sei Rampah.

Diakui Syaifuddin, sebenarnya permasalah SPPG Sei Rampah bukan hanya temuan cacing dan ulat di menu MBG, jauh sebelumnya kondisi SPPG Sei Rampah juga dinilai tidak layak, pertama dari segi luas bangunan dibawah standard hanya bangunan ruko dua pintu, halaman sempit dan tidak berpagar.

“Setelah itu hasil temuan pihak Dinas Perwakim dan LH Sergai IPAL SPPG Sei Rampah juga dibawah standar, bahkan pihak SPPG mengalirkan limbah ke darinase umum di pinggir Jalinsum persis di depan SPPG,” papar Syaifuddin seraya menambahkan, sebelumnya pemandangan setiap pagi di depan SPPG Sei Rampah terdapat tumpukan sampah dan keranjang sehingga kondisi SPPG tampak kumuh.

Menurut Syaifuddin, berdasarkan beberapa kondisi tersebut diatas maka sudah sangat layak sekali SPPG Sei Rampah dievaluasi secara menyeluruh oleh BGN.

“Selain itu juga diharapkan peran aktif dari Satgas MBG di daerah, khusus kepada bapak Bupati Sergai diharapkan untuk langsung meninjau SPPG-SPPG yang tidak sesuai standard salah satunya SPPG Sei Rampah demi suksesnya program MBG di Tanah Bertuah Negeri Beradat,” pungkas Syaifuddin.

Terpisah, sebelumnya Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perwakim dan LH) Sergai Reza Firmansyah kepada Waspada mengatakan hasil pengecekan anggotanya, IPAL SPPG Sei Rampah di bawah standard, sebagai langkah pembinaan pihak SPPG akan menambah kolam IPAL dengan tenggang waktu yang diberikan.

Sebelumnya, viralnya video temuan cacing hidup dan ulat mati di menu MBG yang didistribusikan SPPG Sei Rampah ke SMKN I Sei Rampah dibenarkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Sei Rampah, Yunita Elmida, Selasa (24/2) kemarin dan temuan tersebut terjadi di bulan Januari 2026, temuan pertama cacing hidup dalam nasi dan selang beberapa hari temuan ulat mati dalam menu MBG.

Meski pihak SPPG Sei Rampah sempat datang ke sekolah meminta maaf dan minta video dihapus lanjutnya, pihaknya tetap mempostingnya ke media sosial (Medsos) Facebook (FB) sebagai bahan evaluasi untuk lebih baik, tidak ada maksud lain.

Selain itu pihak sekolah berharap agar pengelolaan dapur SPPG lebih meningkatkan standar kebersihan dan higienitas sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah dan meminta pihak terkait agar melakukan pengawasan dan evaluasi keseluruhan terhadap operasional SPPG Sei Rampah, tutupnya.

Terpisah, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, Kamis (25/2) kemarin yang dikonfirmasi Waspada via layanan WhatsApp terkait temuan cacing dan ulat dalam menu MBG menyampaikan bahwa pada Januari lalu memang terdapat temuan yang diakui sebagai kesalahan dari pihak dapur yang dipimpinnya.

Atas temuan tersebut, lanjut Kepala SPPG Sei Rampah, pihaknya langsung bertemu dengan pihak sekolah yakni ibu Yunita dan menyelesaikannya secara langsung, pihaknya juga telah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi.

“Kamipun berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar lebih baik,” cetus Rico Hartono Hutagaol.

Dikonfirmasi Waspada sebelumnya terkait IPAL dibawah standar, tumpukan sampah dan tenda biru di depan SPPG sehingga SPPG Sei Rampah tampak terkesan kumuh, Rico menyampaikan terkait dengan IPAL pihaknya telah memiliki IPAL dan akan ada penambahan salurah pembuangan limbah yang saat ini masih dalam pekerjaan.

“Terkait tumpukan sampah untuk pengambilan sampah dilakukan setiap sore hari, juga terkait tenda biru hanya untuk penutup gas pada siang hari supaya tidak terkena sinar matahari langsung,” terang Rico.

Namun ketika dikonfirmasi Waspada terpisah, terkait hasil penilaian Tauwas Care BGN yang menempatkan SPPG Sei Rampah peringkat ke 3 Sumut dengan nilai 100 hasil sangat baik, apa yang menjadi dasar penilaian tersebut, Rico enggan menjawab.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan (Sumut), Donal Simanjuntak yang dihubungi Waspada, Kamis (25/2) siang, dimintai tanggapan via layanan WhatsApp terkait temuan cacing dan ulat di menu MBG yang disalurkan SPPG Sei Rampah Yayasan Bintang Ceria ke SMKN 1 Sei Rampah hingga viral.

Juga terkait peringkat 3 Sumut penilaian Tuwas Care dari BGN yang diraih SPPG Sei Rampah, serta SPPG Sei Rampah yang dinilai tidak layak dari segi ukuran bangunan mapun IPAL di bawah standar, Kepala KPPG Medan mengucapkan terima kasih atas informasinya.

“Kami sedang melakukan aksi untuk melalukan penyelidikan,” sebut Donal Simanjuntak singkat. (wsp/a15/d2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *