sumutbisa.online, Medan – Mantan Wakil Gubernur Sumut yang kini anggota DPR RI, Musa Rajekshah (Ijeck) meminta maskapai pesawat agar tidak menerapkan harga penjualan tiket terlalu tinggi saat menjelang Hari Raya Idulfitri tahun 2026, Jumat (27/2/2026).
Melalui Komisi V DPR RI, Ijeck mengatakan pihaknya kerap menemukan harga penjualan tiket yang membumbung tinggi. Penjualan ini juga tidak terjadi pada saat jelang Lebaran saja, namun setiap hari besar.
“Jangan sampai maskapai menguras kantong penumpang lewat penjualan harga tiket tinggi,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah, Jumat (27/2/2026).
Menurut Ijeck, jika penjualan tiket pesawat dipatok dengan harga tinggi, akan menyulitkan pendapatan maskapai hingga negara. Karena, penumpang akan beralih untuk mencari alternatif transportasi lain, dengan harga yang lebih murah.
“Kenapa terus naik pada setiap hari besar tiba, seperti Lebaran,” kata dia.
Pria yang karib disapa Ijeck ini heran, mengapa penjualan tiket bisa berbeda pada saat hari besar dengan hari-hari biasanya. Padahal, bahan bakar yang digunakan dan dibeli pada pesawat tetap dengan harga sama, tidak mengalami kenaikan jelang hari perayaan keagamaan.
“Apa beda hari biasa dengan hari besar, kan sama aja. Harga tiket tidak tinggi pada setiap hari besar,” katanya.
Melihat kejanggalan ini, Ijeck bersama dengan seluruh anggota Komisi V DPR RI akan membahas hal tersebut di Rapat Dengar Pendapat. Hal ini dianggap penting, karena menyangkut dengan kenyamanan masyarakat menggunakan transportasi udara.
Dirinya juga membandingkan harga penjualan tiket maskapai penerbangan jauh lebih murah di Malaysia, ketimbang Indonesia. “Kami dari Komisi V DPR RI memperhatikan lonjakan harga untuk tiket transportasi udara, pesawat,” kata dia.
Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut, menurut Ijeck tidak hanya masyarakat yang dirugikan, pemasukan pemerintah juga akan terdampak.
Selain itu, Ijeck juga membahas mengenai penundaan penerbangan pesawat (delay) yang kerap terjadi di seluruh bandara di Indonesia. Maskapai penerbangan diduga sengaja melakukan hal ini demi kepentingan pribadinya.
Delay pesawat ini sangat merugikan para penumpang, karena harus menunggu berjam-jam di bandara, tanpa adanya kejelasan. Padahal, menurutnya masyarakat menggunakan transportasi udara untuk mempersingkat waktu perjalanan, karena kebutuhan mendesak.
Atas kejadian yang sudah dikeluhkan masyarakat ini, Ijeck mendesak Kementerian Perhubungan memberikan teguran keras kepada Maskapai Penerbangan jika menerapkan delat pesawat. (medanbisnisdaily.com)







Leave a Reply