Advertisement

Dukung Bang Ijeck, Nugra Ferdino Minta Jalur Kereta Api Medan–Aceh Dilanjutkan dan Jalur Rantau Prapat–Kota Pinang Segera Dioperasikan

Medan, 18 Juli 2026 – Pemuda Sumatera Utara, Nugra Ferdino, menyatakan dukungannya terhadap pernyataan Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah (Bang Ijeck), yang mendorong agar pembangunan jalur Kereta Api Medan–Aceh dilanjutkan. Menurutnya, pembangunan jalur tersebut merupakan investasi strategis yang akan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

“Pernyataan Bang Ijeck patut diapresiasi. Jalur Kereta Api Medan–Aceh bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang akan membuka akses perdagangan, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat. Negara-negara maju membuktikan bahwa kereta api menjadi tulang punggung pembangunan karena efisien, aman, dan ramah lingkungan,” ujar Nugra.

Selain mendukung kelanjutan pembangunan jalur Medan–Aceh, Nugra juga meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap jalur kereta api Rantau Prapat–Kota Pinang yang hingga kini belum dioperasikan.

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai kendala yang menyebabkan jalur tersebut belum dapat dimanfaatkan, padahal proyek tersebut telah lama masuk dalam rencana pengembangan jaringan kereta api Trans Sumatera.

“Kami meminta Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan PT Kereta Api Indonesia menjelaskan apa yang menjadi kendala. Apakah masih terkait pembebasan lahan, penyelesaian konstruksi, pembangunan stasiun, sistem persinyalan, atau persoalan anggaran. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan proyek ini,” tegasnya.

Nugra menilai pengoperasian jalur Rantau Prapat–Kota Pinang akan memberikan manfaat besar bagi Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan wilayah sekitarnya. Selain meningkatkan mobilitas masyarakat, jalur tersebut juga akan mempercepat distribusi hasil perkebunan kelapa sawit, karet, pertanian, dan komoditas lainnya menuju pusat industri maupun Pelabuhan Belawan sehingga biaya logistik dapat ditekan.

Ia menambahkan, pengembangan jaringan kereta api di Sumatera Utara harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur perkeretaapian mampu mengurangi beban lalu lintas jalan raya, meningkatkan keselamatan transportasi, serta mendukung target pembangunan rendah emisi.

“Pemerintah jangan membiarkan infrastruktur yang telah dibangun menjadi aset yang belum dimanfaatkan. Jalur Rantau Prapat–Kota Pinang harus segera memiliki kepastian operasional, sementara pembangunan jalur Medan–Aceh juga perlu dipercepat agar konektivitas di Pulau Sumatera semakin kuat,” katanya.

Nugra berharap dukungan yang disampaikan Bang Ijeck dapat menjadi momentum bagi pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan jaringan kereta api di Sumatera Utara. Menurutnya, pembangunan transportasi berbasis rel merupakan kebutuhan masa depan yang akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing kawasan.

“Sudah saatnya Sumatera Utara memiliki jaringan kereta api yang terintegrasi. Jalur Medan–Aceh harus dilanjutkan, dan jalur Rantau Prapat–Kota Pinang harus segera dioperasikan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Nugra Ferdino.