MEDAN – Tokoh Pemuda Sumatera Utara, Nugra Ferdino yang juga Founder Masyarakat Melek Energi , menyatakan dukungannya terhadap program BBM B50 sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
Namun, menurut Nugra, keberhasilan program B50 harus dibarengi dengan keberpihakan yang lebih besar kepada daerah penghasil sawit yang selama ini menjadi pemasok utama bahan baku biodiesel nasional.
“Pemuda Sumatera Utara mendukung penuh program B50 karena mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia. Tetapi pemerintah juga harus memperhatikan keadilan bagi daerah penghasil sawit. Jangan sampai daerah yang menopang program nasional ini hanya memperoleh Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit sebesar 4 persen,” kata Nugra Ferdino di Medan, Selasa.
Menurutnya, kontribusi daerah penghasil sawit terhadap perekonomian nasional sangat besar. Selain menghasilkan devisa negara, daerah-daerah tersebut juga menjadi basis pengembangan industri hilirisasi dan energi berbasis sawit.
Nugra menilai formula DBH Sawit saat ini perlu dievaluasi agar lebih proporsional dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan daerah.
“Daerah penghasil sawit menanggung berbagai konsekuensi pembangunan, mulai dari kerusakan infrastruktur akibat aktivitas angkutan hasil perkebunan hingga kebutuhan peningkatan layanan publik. Karena itu, sangat wajar apabila porsi DBH Sawit ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa revisi skema DBH Sawit bukan semata-mata soal pembagian anggaran, tetapi juga bentuk penghargaan negara terhadap kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Kalau sawit menjadi tulang punggung program B50, maka daerah penghasil sawit harus mendapatkan manfaat yang lebih adil. Jangan sampai daerah hanya menjadi penonton ketika sawit menjadi instrumen strategis energi nasional,” tegasnya.
Nugra berharap pemerintah pusat dan DPR RI dapat mengevaluasi formula DBH Sawit sehingga daerah penghasil memperoleh porsi yang lebih layak dan sebanding dengan kontribusinya terhadap pembangunan nasional.
“Keberhasilan B50 harus menjadi keberhasilan bersama. Negara diuntungkan, industri diuntungkan, dan daerah penghasil sawit juga harus merasakan manfaat yang nyata,” tutup Nugra Ferdino.









